Halaman

Jumat, 22 April 2011

Arsitektur Bioklimatik (Bioclimatic Architecture)

Arsitektur Bioklimatik adalah suatu pendekatan yang mengarahkan arsitek untuk mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk arsitektur dengan lingkungannya dalam kaitanyan iklim daerah tersebut. Pada akhirnya bentuk arsitektur yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh budaya setempat, dan hal ini akan berpengaruh pada ekspresi arsitektur yang akan ditampilakan dari suatu bangunan, selain itu pendekatan bioklimtaik akan mengurangi ketergantungan karya arsitektur terhadap sumber – sumber energi yang tidak dapat dipengaruhi

Hal ini dapat dikonseptualisasikan sebagai desain bangunan yang memanfaatkan berbagai elemen biofisik. Unsur-unsur biofisik terutama diambil dari ekosfer, bukan litosfer yaitu, panas, cahaya, lanskap, udara, hujan dan bahan


Parameter Baru untuk Bioklimatik Rumah - Price & Mayers 2005

Inti dan Tujuan dari Arsitektur Bioklimatik, yaitu:
  • Rancangan Bioklimatik merupakan rancangan didasarkan pada respon terhadap siklus dan iklim setempat.
  • Merancang yang didasarkan iklim mempunyai dasar:
    • Menghemat penggunaan energi sehingga mempunyai konsumsi biaya yang rendah dalam operasionalnya.
    • Masalah Ekologi desain dengan iklim menggunakan perangkat non mekanik sehingga ramah lingkungan.
    • (Bio) Regionalisme dari rancangan terhadap iklim merupakan cara pandang sebuah komunitas masyarakat terhadap lingkungan binaan.
  • Perancangan dengan menggunakan konteks bioklimatik mempunyai ketergantungan terhadap kondisi unik dari alam sekitarnya. Dengan memahami karakteristik alam lingkungannya, hasil rancangan merupakan sistem yang dipersiapkan untuk beradaptasi secara maksimal terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam alam lingkungannya.
  • Kondisi-kondisi spesifik dari iklim lingkungannya akan menggambarkan faktor-faktor kritis yang harus ditangani dalam rancangan bangunan tersebut.
  • Tempat hunian mempunyai tingkat kebutuhan terhadap kenyamanan yang cukup tinggi. Terutama dalam kenyamanan fisik.



Strategi Desain Bioklimatik, Penerapan dan Rekomendasi

Bioclimatic Design Strategies, Practices and Recommendations

Respon Arsitektur Terhadap Iklim


Parameter Desain Bangunan Bertingkat


 

Kamis, 21 April 2011

Rumah Sehat, Penting Bagi Kita

Rumah pada dasarnya merupakan tempat hunian yang sangat penting bagi kehidupan setiap orang. Rumah tidak sekedar sebagai tempat untuk melepas lelah setelah bekerja seharian, namun didalamnya terkandung arti yang penting sebagai tempat untuk membangun kehidupan keluarga sehat dan sejahtera. Rumah yang sehat dan layak huni tidak harus berwujud rumah mewah dan besar namun rumah yang sederhana dapat juga menjadi rumah yang sehat dan layak dihuni Rumah sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Untuk menciptakan rumah sehat maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang sangat berpengaruh, antara lain: 

1.  Sirkulasi udara yang baik
2.  Penerangan yang cukup.
3.  Air bersih terpenuhi.
4.  Pembuangan air limbah diatur dengan baik agar tidak menimbulkan pencemaran.
5. Bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lembab serta tidak terpengaruh pencemaran seperti bau, rembesan air kotor maupun udara kotor. 

(sumber: google.com)

Persyaratan Kesehatan Rumah Tinggal menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 829/Menkes/SK/VII/1999 adalah sebagai berikut:

1. Bahan Bangunan
a. Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan, antara lain sebagai berikut :
   -  Debu Total tidak lebih dari 150 µg m3
   -  Asbes bebas tidak melebihi 0,5 fiber/m3/4jam
   -  Timah hitam tidak melebihi 300 mg/kg
b. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen. 
2. Komponen dan penataan ruang rumah
Komponen rumah harus memenuhi persyaratan fisik dan biologis sebagai berikut:
a.  Lantai kedap air dan mudah dibersihkan 
b. Dinding 
  -  Di ruang tidur, ruang keluarga dilengkapi dengan sarana ventilasi untuk pengaturan sirkulasi udara
        Di kamar mandi dan tempat cuci harus kedap air dan mudah dibersihkan 
      c.  Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan
      d.  Bumbung rumah yang memiliki tinggi 10 meter atau lebih harus­ dilengkapi dengan
           penangkal petir
      e.  Ruang di dalam rumah harus ditata agar berfungsi sebagai ruang tamu, ruang
           keluarga, ruang makan, ruang tidur, ruang dapur, ruang mandi dan ruang bermain
           anak.
      f.   Ruang dapur harus dilengkapi dengan sarana pembuangan asap.

3. Pencahayaan
Pencahayaan alam atau buatan langsung atau tidak langsung dapat menerangi seluruh bagian ruangan minimal intensitasnya 60 lux dan tidak menyilaukan.

4. Kualitas Udara
Kualitas udara di dalam rumah tidak melebihi ketentuan sebagai berikut :
a. Suhu udara nyaman berkisar antara l8°C sampai 30°C
b. Kelembaban udara berkisar antara 40% sampai 70%
c. Konsentrasi gas SO2 tidak melebihi 0,10 ppm/24 jam
d. Pertukaran udara
e. Konsentrasi gas CO tidak melebihi 100 ppm/8jam
f. Konsentrasi gas formaldehide tidak melebihi 120 mg/m3

5. Ventilasi
Luas penghawaan atau ventilasi a1amiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai. 
 
6. Binatang penular penyakit
Tidak ada tikus bersarang di rumah.

7. Air
a. Tersedia air bersih dengan kapasitas minmal 60 lt/hari/orang
b. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan air minum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 
8. Tersediannya sarana penyimpanan makanan yang aman dan hygiene.
9. Limbah
a.  Limbah cair berasal dari rumah, tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari permukaan tanah.
b. Limbah padat harus dikelola agar tidak menimbulkan bau, tidak menyebabkan pencemaran terhadap permukaan tanah dan air tanah.
10. Kepadatan hunian ruang tidur
Luas ruang tidur minimal 8m2 dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari dua orang tidur dalam satu ruang tidur, kecuali anak dibawah umur 5 tahun.

 Masalah perumahan telah diatur dalam Undang-Undang pemerintahan tentang perumahan dan pemukiman No.4/l992 bab III pasal 5 ayat l yang berbunyi “Setiap warga negara mempunyai hak untuk menempati dan atau menikmati dan atau memiliki rumah yang layak dan lingkungan yang sehat, aman , serasi, dan teratur”
Bila dikaji lebih lanjut maka sudah sewajarnya seluruh lapisan masyarakat menempati rumah yang sehat dan layak huni. Rumah tidak cukup hanya sebagai tempat tinggal dan berlindung dari panas cuaca dan hujan, Rumah harus mempunyai fungsi sebagai :
1. Mencegah terjadinya penyakit
2. Mencegah terjadinya kecelakaan
3. Aman dan nyaman bagi penghuninya
4. Penurunan ketegangan jiwa dan sosial 


Sumber: 
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 829 Menkes SK/VII/1999 Tentang Persyaratan
Kesehatan Perumahan 

Ditjen P2MPLM, Petunjuk Tentang Perumahan dan Lingkungan Serta Penggunaan Kartu
Rumah, 1995.
 

Arsitektur Daur Ulang

Ketika mendengar kata sampah, kita beranggapan bahwa itu sesuatu yang tidak terpakai dan tidak berguna. Hal itu tidak semuanya benar. Sampah-sampah yang terdiri dari botol, kaleng bekas minuman, pecahan kaca, besi tua, pecahan genteng, dan keramik dapat disulap menjadi suatu karya seni yang menarik dan indah. Suatu karya tersebut dapat berupa sebuah bangunan ataupun Sculpture yang menarik. Pembuatan karya seni ini ditujukan untuk menciptakan suatu hal yang ramah lingkungan dan menimalisir sampah-sampah yang ada. Berikut ini adalah beberapa hasil karya seni yang dibuat dari sampah-sampah rumah tangga yang tidak lagi terpakai.

1.  Towers Of Simon Rodia
 
Daur ulang sampah pada bangunan ini adalah botol, keramik, kerang, piring, batu, gelas, mangkok dan berbagai material acak lainnya.

Menara Simon Rodia dibangun pada tahun 1921 dan selesai tahun 1923 di California, USA dan berada dibawah naungan sistem Taman Negara California (it's terkecil State Park) tetapi diawasi oleh Los Angeles City Departemen Kebudayaan. Ide gila ini berasal dari seorang imigran asal Italia yang menghabiskan waktu di Pennsylvania, Seattle, dan Long Beach sebelum akhirnya menetap di LA.

Apa yang dirintisnya untuk menjadi sebuah maha karya arsitektur semi-abstrak yang sebelumnya dikenal dengan Watts Tower adalah suatu inspirasi yang bersahabat dengan lingkungan karena memanfaatkan material bekas kedalam konsep perencanaannya. Bangunan ini memiliki 3 Menara dengan ketinggian sekitar 100m yang dilengkapi dengan gazebo, air mancur, dan sekelompok burung mandi dengan struktur utamanya tetap menggunakan tulangan, semen, wire mesh dan mortar, namun sentuhan akhirnya meletakkan unsur mozaik yang artistik. Dia menyebut karyanya Nuestro Pueblo (Our Town). Tampilan depannya kelihatan sempit, pada ujung timur di bangun sebuah replika perahu ”Marco Polo” dengan puncak setinggi 28 kaki. Dengan menggunakan potongan-potongan porselen, ubin keramik, botol, pecahan tembikar, besi tua, batu, keramik, kerang laut ia diangkut dari pantai, dan pecahan kaca.

(Menara Simon Rodia, sumber : google.com)


(menara yang terbuat dari Kerang dan Keramik bekas, sumber: google.com)

(Sculpture yang terbuat dari pecah botol kaca, keramik, dan kerang, sumber: google.com)

(Air Mancur yang terbuat dari pecah botol kaca, keramik, kerang, dan batu, sumber: google.com)
(Gazebo yang terbuat dari pecahan botol kaca, keramik, kerang, batu, mangkok dan piring sumber: google.com)

2. Foreverton

 Daur Ulang sampah pada Sculpture ini adalah Besi tua, Plat dan logam

"Taman Dr Evermor's" di Wisconsin tampak seperti tumpukan sampah logam dan mesin berkarat, tetapi sebenarnya adalah salah satu karya Arsitektur yang paling keren dan unik yang pernah ada, namanya Forevertron. Dibangun diatas lahan 120m2 dengan menghabiskan sekitar 320 ton besi

 
Semua komponen Forevertron berasal dari besi tua dan potongan-potongan mesin sekitar 50 hingga 100 tahun yang lalu termasuk sepasang dinamo listrik bipolar yang dibangun oleh Thomas Alfa Edison dan ruang dekontaminasi dari misi luar angkasa Apollo. Bagian atas patung itu ada bola kaca yang di balut tembaga, dimaksudkan untuk kapsul ruang Dr Evermor's!. selain itu didalam taman tersebut dibangun 70 patung yang semuanya dari logam berupa atraksi Drum Band Burung, semua patung tersebut memiliki gaya yang berbeda sesuai alat musik yang dimainkannya.


(sumber: google.com)
(sumber: google.com)
(sumber: google.com)
(sumber: google.com)
(sumber: google.com)
(sumber: google.com)
(sumber: google.com)

 3. Izba, Ttempat Tinggal Tradisional Terbuar dari Kayu, Rusia

Daur Ulang Sampah pada bangunan ini adalah Memanfaatkan Sisa Potongan Kayu

Nikolai Sutyagin sang pemilik rumah tersebut di daerah Archanglesk, Rusia. Awalnya hanyalah seorang pekerja bangunan yang membantu kehidupan keluarganya, ternyata supervisornya melihat dia adalah seorang workaholic patologis, kemudian diarahkan hingga akhirnya mampu mendirikan perusahaan kayu dan konstruksi bersama temannya. Setelah berhasil Dia pun berencana membuat rumah tinggal untuk keluarganya, dengan memanfaatkan sisa potongan kayu ia membuat suatu konsep dengan bentuk awal kotak memanjang dengan penggabungan bentuk bangunan hiperbolik pada sisi kanan bangunan untuk mendapat proporsi bentuk yang menarik, setelah itu pada bagian atap ditambahkan keatas sebuah menara untuk melihat laut putih di atas ketinggian. Beberapa artikel mengatakan bahwa bangunan tersebut memiliki 12 – 15 lantai namun yang pasti sebelum bangunan tersebut selesai, Sutyagin dituduh oleh salah seorang karyawannya mencuri uang $30.000. dituntut 4 tahun dipenjara dan menjalaninya. Cuma 2 tahun dan selama dalam penjara perusahaannya dijarah oleh orang-orang. Walau pemerintah sangat melarang bangunan tersebut karena sangat rawan dengan kebakaran namun dia tetap tinggal bersama anak dan istrinya di bangunan yang belum rampung tersebut.

(sumber: google.com)
(sumber: google.com)


Dari gambar-gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa barang-barang yang sudah tidak terpakai dapat dijadikan suatu karya yang menark, indah dan juga bermanfaat. Pendaur ulangan sampah-sampah tersebut dapat meminimalisir sampah-sampah yang ada di bumi kita dan menjadikannya menjadi suatu karya. Dengan melihat ini apakah kita tertarik untuk membuat karya seni dari barang-barang daur ulang...? Silakan Mencoba... :)